Jujur Sebagai Kesehatan Tubuh

Jujur sebagai kesehatan. Tak hanya pola makan sehat dan seimbang, olahraga secara teratur juga jadi anjuran yang baik untuk melindungi kesehatan tubuh. Tetapi, pada sesuatu penelitian memberikan fakta yang tidak sama. Kenyatannya, makan serta kegiatan fisik yang teratur tidak cukup menjadi jaminan seseorang untuk terus sehat. Dibutuhkan juga karakter jujur pada diri manusia. Karena jujur sebagai kesehatan bisa menjadi solusi mengatasi penyakit hati dan jasmani secara tepat.

jujur sebagai kesehatan

Diambil dari healthday, senin (6/8). Sebuah penelitian dari Anita Kelly, profesor psikologi dari Notre Dame University. Saat itu dilakukan sebuah riset pada 110 orang responden.

Dari penelitian yang telah dikerjakan tersebut, kelly memberikan instruksi pada 1/2 dari responden untuk menyebutkan perihal/ucapan untuk berbohong sepanjang 10 minggu kedepan. Kemudian sisa responden yang lain tidak diberikan instruksi khusus kecuali berkata jujur. Akhirnya penelitian ini memang memberikan hasil. Beberapa dari mereka yang berbohong mengeluhkan sakit kepala. Rasa tidak nyaman di tenggorokan, otot tegang, kecemasan, serta masalah lain pada kesehatan dibanding grup lain.

Di akhir penelitian sepanjang 10 minggu itu. Sebagian responden ada yang sadar akan dampak berbohong dan memikirkan cara untuk tidak berbohong. Kelly memperhatikan, setelah hal itu responden melakukan suatu cara. Dimana reponden meminimalisir ucapannya (cool ae..) dan tidak mengungkapkan sesuatu dengan berlebihan. Ada juga responden yang mengalihkan pertanyaan yang menimbulkan jawaban untuk berbohong. beberapa responden juga berhenti berbohong (baca:ngeles) saat menjawab pertanyaan yang membuat kita berbohong. Misalnya menceritakan sejujurnya kejadian saat kita tidak selesai mengerjakan PR. Kaitannya cukup jelas, tidak berbohong memanglah jelas menolong orang-orang lebih sehat, tutur kelly.

Sama dengan penelitian yang dilakukan pada mulanya, dimana orang Amerika dapat berbohong sekurang-kurangnya 11 kali didalam 1 minggu, dimulai dari berbohong dengan dalih untuk kebaikan, berbohong untuk jaga image, sampai pura-pura menyanjung orang lain dengan cara kebohongan.

Menurut Dr Bryan Bruno, kepala departement psikiatri di Lenox Hill Hospital New York, berbohong dapat mengakibatkan stres untuk beberapa orang, mengakibatkan kekhawatiran, apalagi depresi.

Bruno menjelaskan, tidak berbohong bukan hanya memberikan kebaikan dalam pertemanan. Namun juga memberikan kebaikan untuk diri kita sendiri. Beberapa orang memperhatikan efek merugikan dari berbohong pada suatu jalinan/hubungan, dimana hal tersebut dapat menyebabkan stres internal.

Besar atau kecil kebohongan tetap saja kebohongan. Sesuatu yang tidak syncrone antara kenyataan dengan pikiran. Hal tersebut akan memberikan efek kebingungan pada otak. Sama halnya dengan mabuk pada saat naik kapal. DImana kita merasa diam namun pada kenyataannya kapal tersebut terombang ambing oleh ombak. Sehingga menjadi pemicu pada otak mengalami kebingungan dan menyebabkan pusing atau mabuk perjalanan.

Incoming search terms:

08985142877 (1), akibat berbohong (1), dampak berbohong (1), jurnal gangguan sensitivitas lidah akibat merokok (1), pentingnya jujur bagi kesehatan (1)

About the Author: Koko Wijanarko

Crystal X Marketer Agent & Consultant Net-Preneur Owner of CrystalHawa.com Call/Sms/WhatsApp:+62898-514-2877 | PIN:2891889D

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.